INTROVERT

Apa tanda-tanda seorang introvert menurut Anda? Mereka yang duduk di sofa dengan sebuah iPhone di tangan saat pesta sedang berlangsung? Tidak semudah itu untuk menuduh seseorang sebagai introvert, karena introvert bukanlah hanya tentang seorang pemalu saja.

Tanpa disangka, Anda bisa jadi memiliki syarat lengkap untuk menjadi seorang introvert tanpa Anda sadari. Berikut tanda-tanda yang sering nampak dari seorang introvert, dan bukan tidak mungkin Anda adalah salah satu di antara mereka.

Anda tidak ingin mendapat kenalan baru di sebuah pesta

Berpesta memang bukanlah kegiatan rutin yang dilakukan seorang introvert, namun terkadang mereka memiliki ketertarikan dengan alasan tersendiri untuk mendatangi sebuah pesta. Mendapatkan wanita cantik? Bertemu teman-teman baru? Semua itu bukanlah tujuan seorang introvert.

Mereka hanya ingin berkumpul dengan orang-orang yang mereka kenal, walaupun tidak menutup kemungkinan jika akhirnya introvert bisa mendapat teman baru. Namun berkenalan dengan orang asing tidak pernah menjadi tujuan utama seorang introvert.

Tanda lain dalam kegiatan sosial seperti pesta adalah, seorang introvert sering merasa sendiri di keramaian. Hal ini bahkan bisa terjadi ketika introvert berkumpul dengan teman-teman terbaiknya, seringkali dipengaruhi oleh suasana yang dirasa tidak nyaman. Introvert mungkin tidak menolak jika diundang untuk berkumpul, namun bukan berarti ia akan merasa bisa menyatu dengan atmosfir keramaian.

Orang-orang mengatakan Anda terlalu tegang dan berpikiran terlalu dewasa

Apakah Anda senang jika sedang larut dalam percakapan yang melibatkan fanatisme pada sebuah film atau buku? Introvert juga sangat sering mencoba untuk melakukan pembicaraan yang berat. Deep talk adalah makanan seorang introvert, mereka senang melakukan observasi dan menangkap banyak informasi. Hal ini akan membuat introvert terlihat sebagai orang yang bijak, karena introvert selalu berpikir sebelum berbicara.

Menyendiri adalah hal yang nyaman untuk Anda

Bagai sebuah gadget, seorang introvert selalu membutuhkan isi ulang energi dalam bentuk menyendiri. Mereka menganggap ‘me-time’ sebagai sebuah kebutuhan, dengan melakukan banyak hal yang akan membuat extrovert bosan. Namun ternyata hal ini memiliki kelebihan tersendiri.

Menyendiri akan membuat introvert belajar banyak hal; banyak berpikir akan membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan, introvert yang selalu tertarik dengan ide-ide dengan perdebatan panjang dengan diri sendiri untuk memutuskan mana yang lebih baik.  Walaupun seorang introvert lebih tertarik dengan ide-ide dan gambaran luas sebuah keadaan, namun ternyata introvert memiliki kelebihan untuk melihat detail lebih baik. Kelebihan ini bisa dibilang didapatkan dari kegiatan menyendiri yang yang banyak diisi dengan berpikir.

Akibat buruknya adalah, introvert sering susah untuk dihubungi karena terkadang telepon terasa seperti semacam gangguan. Seorang introvert mungkin akan menghubungi kembali setelah mengabaikan sebuah panggilan, karena introvert bukan tidak peduli namun mereka membutuhkan energi untuk berbicara dengan orang lain saat sedang sendiri. Bahkan pada orang-orang terdekat.

Menekuni satu bidang terasa lebih tepat

Menjadi seorang pemikir dengan pertimbangan yang matang adalah kelebihan yang dimiliki seorang introvert. Akibatnya, introvert tidak akan memiliki pikiran yang bercabang dan hanya memiliki satu tujuan dan fokus yang baik. Jika seorang introvert ingin menjadi seorang programmer, ia akan menekuninya hingga benar-benar mampu menguasai bidang tersebut. Introvert tidak akan cepat teralihkan dari tujuannya, tidak bisa terbawa arus karena otaknya seolah telah diprogram memiliki fokus yang sangat baik.

Anda seorang penulis

Ada alasan yang cukup jelas kenapa seorang introvert mampu menjadi penulis yang baik. Introvert memilih untuk tidak banyak berinteraksi dengan orang-orang, karena itu menulis akan membantunya mengatakan sesuatu. Di zaman modern, mungkin buku bukanlah media utama melainkan lewat blogging. J.K. Rowling adalah salah satu contoh introvert yang akhirnya menjadi salah satu penulis paling laris lewat tujuh serial Harry Potter. Memang tidak selamanya menjadi seorang introvert itu buruk. Jika Anda memiliki ciri-ciri tersebut, Anda mungkin bisa membiasakan diri dengan membuang hal-hal yang buruk demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada yang aneh dengan negeri ini, dimana kasta orang lajang/single/jomblo itu dianggap lebih rendah dari mereka yang berpasangan. Jomblo itu bukan berarti enggak laku, siapa tahu memang sedang tidak ingin terlibat dengan drama berlebih, siapa tahu memang sedang berambisi mengejar mimpi tanpa terdistorsi harus berkewajiban untuk mengabari. Bukankan punya pasangan juga enggak jaminan untuk seseorang menjadi bahagia? Aku selalu percaya bahwa berkomitmen itu masalah ketetapan dan ketepatan. Kalau tidak ingin menetap dan belum ketemu yang tepat, boleh dipaksakan? Jadi, nikmati saat sendiri, kejar cita - cita, luangkan waktu dengan keluarga dan sahabat, dan berkomitmenlah saat sudah ada kesiapan, bukan hanya karena alasan kesepian. Tidak perlu gundah, hidup ini indah apabila kita menganggapnya indah. Dan jika saatnya tiba untuk berpasangan, bersyukurlah dan berhentilah menganggap yang jomblo itu kastanya lebih rendah. :p

Ada yang aneh dengan negeri ini, dimana kasta orang lajang/single/jomblo itu dianggap lebih rendah dari mereka yang berpasangan. Jomblo itu bukan berarti enggak laku, siapa tahu memang sedang tidak ingin terlibat dengan drama berlebih, siapa tahu memang sedang berambisi mengejar mimpi tanpa terdistorsi harus berkewajiban untuk mengabari. Bukankan punya pasangan juga enggak jaminan untuk seseorang menjadi bahagia? Aku selalu percaya bahwa berkomitmen itu masalah ketetapan dan ketepatan. Kalau tidak ingin menetap dan belum ketemu yang tepat, boleh dipaksakan? Jadi, nikmati saat sendiri, kejar cita - cita, luangkan waktu dengan keluarga dan sahabat, dan berkomitmenlah saat sudah ada kesiapan, bukan hanya karena alasan kesepian. Tidak perlu gundah, hidup ini indah apabila kita menganggapnya indah. Dan jika saatnya tiba untuk berpasangan, bersyukurlah dan berhentilah menganggap yang jomblo itu kastanya lebih rendah. :p

25 Desember

Dalam kata “dilarang mengucapkan selamat natal” sebenarnya ada kata “selamat natal”. Dalam kata “mengucapkan selamat natal itu haram” sebenarnya juga ada kata “selamat natal”. Bahasa, barangkali telah membuat banyak perbedaan dan perpecahan. Tapi manusia adalah makhluk yang menciptakan dan merekayasa bahasa, maka jangan takluk dan tunduk padanya. Barangkali tak perlu bahasa, untuk mengucapkan selamat natal. Barangkali tak perlu fatwa atau apapun saja.

Kita melihat pohon-pohon natal, berlampu, berkilauan di jalan-jalan… dan tersenyum. Kita menikmati diskon-diskon natal di berbagai pusat perbelanjaan… dan turut menikmatinya dengan berbahagia. Kita mendengarkan lagu-lagu natal diputar di mana-mana… dan tak keberatan. Kita menikmati film-film spesial natal di bioskop-bioskop yang kita datangi… dan terhibur. Sama saja, kan? Di hari-hari Ramadhan dan lebaran, umat Kristen juga menikmati lagi-lagu Ramadhan, menikmati diskon besar-besaran menjelang lebaran. Barangkali toleransi yang sesungguhnya tak perlu memerlukan kemasan apa-apa, kadang-kadang termasuk tak memerlukan bahasa apalagi fatwa. Toleransi adalah cara untuk bersama-sama merayakan kebahagiaan.

Selanjutnya, menurut saya, bahasa adalah pilihan. Orang boleh memilih untuk mengucapkan selamat natal, tidak mengucapkan selamat natal, atau tidak memilih keduanya dengan diam atau tersenyum. Semua pilihan punya pertimbangan dan konsekuensinya masing-masing, dan kitalah yang bertanggung jawab pada pilihan kita sendiri. Tentang Selamat Natal, saya memilih mengucapkannya:

"Selamat natal buat teman-teman saya yang merayakannya. Semoga kalian selalu berada dalam kedamaian dan kebahagiaan."

Bagaimana rasanya mengucapkannya? Sejujurnya, saya merasa bahagia. Saya sama sekali tak khawatir dengan akidah saya. Lagipula, mengucapkan “selamat natal” sebagai bentuk penghormatan, tak ada hubungannya dengan akidah, kan? Saya merayakan akidah di atas kaki keyakinan yang kuat, mudah-mudahan. Tapi jelas sekali kuda-kuda akidah saya tak akan seketika runtuh dengan kata-kata… dengan bahasa.

Kita dilahirkan tak terbatas, seperti semesta, tetapi masyarakat telah mengajari dan membuat kita menjadi terbatas. Saya ingin selalu melepaskan diri dari kekang-kekang yang membuat hidup jadi murung… saya ingin selalu menari di tengah-tengah semesta indah yang membuat saya memiliki pikiran terbuka, perasaan yang lapang, jiwa yang bebas, dan hidup yang lebih membahagiakan.

Mungkin kita berbeda, tapi mari kita berbahagia. Mari rayakan apa saja hari ini. Itu saja.